Hari minggu pagi jam 08.00 aku dibangunkan oleh sebuah panggilan telepon dari no. 081210097866 yang tidak ada di phonebook.
P : Penipu, A : Aku
P : Halo, apa kabar
A : Kabar baik, siapa ini?
P : Wah sombong ya, masa lupa sama saya.
aku coba berpikir dan aku teringat sama sepupuku yang suara dan gaya bicaranya mirip 90%!!.
A : Pak Pendeta ya?? (panggilan candaku kepada sepupuku)
P : hahaha.. iya benar. Maaf ya saya membangunkan kamu, tapi saya lagi ada penting ini bukannya tidak ada uang, tapi tolong isi pulsa saya ya. No ini nomor baru saya di simpan ya, nanti saya hubungi lagi.
A : Ok.. nanti saya isi.
Aku tidak curiga sedikitpun, karena ku anggap dia memang sepupuku. (karena baru bangun tidur jadi agak telat mikir kale.. hehe) . Lalu aku segera isi pulsanya melalui sms banking, kemudian aku mandi mau pergi ke gereja dan setelah mandi aku lihat ada 6 miscall dari no tersebut, kemudian dia menelepon lagi.
P : Terima kasih ya, tadi isi pulsa berapa?
A : 50 ribu
P : Gini, saya lagi ada penting ini, tolong isikan 100ribu lagi ya, ada ini buat teman saya. nanti saya ganti kan. Ok.
A : OK.
Telepon di tutup dan mulai timbul curiga di hatiku. (karena sudah mandi jadi sudah bisa mikir kale..haha)
Kecurigaanku :
- Biasanya sepupuku itu mengucapkan salam/ syalom jika menghubungi aku, tapi kok yang satu ini tidak.
- Aku sering mengisi pulsa untuk keluarga2 terdekatku tapi sepupuku ini belum pernah minta.
- Kenapa baru saja diisi 50ribu sudah langsung minta 100ribu lagi ke nomor yang sama?
Saat itu juga aku teringat dengan penipuan-penipuan pulsa yang marak saat ini. Apakah aku ditipu? Untuk membuktikan benar penipu atau bukan, aku mengirim sms jebakan.
“Halo, ini sebenarnya siapa ya? aku takut ditipu, ini Tino, Denis, atau Pendeta Je?”
- Tino adalah nama sepupuku sebenarnya, kalau dia balas Tino maka dia bukan penipu, karena dipembicaraan sebelumnya aku tidak ada sebut nama Tino.
- Denis hanya nama rekayasa, kalau dia jawab Denis pasti dia penipu.
- Pendeta Je adalah nama rekayasa juga, diawal pembicaraan aku hanya panggil dia Pendeta tanpa ada kata Je.
Akhirnya dia menjawab kalau dia adalah “Pendeta Je.”
Jelas dia kena jebak!! ternyata aku KENA TIPU!!!!
Aku sangat marah, kesal, emosi bercampur aduk, aku ingin segera menelepon dan mencaci maki nya. Tapi aku teringat “Kasihilah musuh mu seperti kau mengasihi dirimu” teringat pulak “Ampunilah kami seperti kami juga mengampuni orang yang bersalah kepada kami”. Ternyata tidak semudah yang tertulis, sepertinya sekarang ujian prakteknya. huff..walaupun berat rasanya aku coba menenangkan hatiku, dan mengirim sms ini kepadanya.
“Ternyata kamu penipu, tapi terima kasih kamu telah menipuku dengan begitu aku diberi hikmat. Anggap saja 50 ribu itu pemberian kasih ku kepadamu mungkin kamu lagi membutuhkan. Walaupun kamu penipu tapi aku tetap mengampuni dan mengasihi mu, semoga Tuhan membukakan hatimu supaya kamu tidak menipu lagi.”
Selang beberapa menit aku dapat sms balasan.
“Terima kasih, Amin.. Semoga Tuhan membalas kebaikan kamu.”
Di gereja pagi itu aku kembali berdoa semoga hatinya dibukakan dan tidak menipu lagi. Amin.
Seumur-umur inilah pertama kali aku di tipu, tapi aku tidak marah dan malu, karena dibalik segala perkara pasti ada hikmatnya, Terima Kasih buat Penipu karena gara-gara lu ane jadi diberi kesempatan ikut ujian praktek mata pelajaran KASIH.
“Hendaklah kamu cerdik seperti ular dan tulus seperti merpati”
“Barangsiapa setia dalam perkara-perkara kecil, ia setia juga dalam perkara-perkara besar.”